|
Studi menunjukkan Strategi baru tentang pemeriksaan Parathyroid hormone-related peptide (PTHrP) (Aug 21, 2009)

Riset baru telah mengkonfirmasi kurang perlunya pemeriksaan Parathyroid hormone-related peptide (PTHrP) dalam pemeriksaan hiperkalsemia dan menetapkan suatu cutoff di mana pemeriksaan PTHrP ternyata tidak diperlukan dalam hiperkalsemia (Clinica Chimica Acta 2009;402:146?49)). Penemuan ini akan membantu mengurangi pemeriksaan PTHrP yang kurang tepat dan memberikan panduan tatalaksana klinis hiperkalsemia.
Para peneliti mencari suatu strategi tes yang lebih baik menggunakan kalsium, hormon paratiroid, dan PTHrP untuk pemeriksaan hiperkalsemia karena berdasarkan pengalamanan merka, pemeriksaan kalsium total sering kali disertai langsung dengan pemeriksaan PTH dan PTHrP. suatu strategi yang tidak tepat dan membuat biaya, menurut mereka. mereka juga mengamati bahwa PTHrP kadang-kadang bahkan diperiksa pada pasien hipokalsemia.
Studi retrospektif ini melibatkan hasil tes dari 123 pasien yang melakukan total kalsium dn PTH dalam selang waktu dua hari dengan pemeriksaan PTHrP. hiperkalsemia dinyatakan sebagai konsentrasi kalsium > 22,5 mmol/L (>10,2 mg/dL). dari total subjek, 47 diidentifikasi sebagai hiperkalsemia berat, tetapi hanya 15 di antaranya yang memiliki konsentrasi PTHrp di atas nilai rujukan, hal ini menunjukkan rendahnya sensitivitas PTHrp dalam mengidentifikasi kondisi ini, seperti juga telah ditunjukkan dalam riset sebelumnya. konsentrasi PTH dalam rentang 1,0 - 26 ng/L dengan rata-rata 10 ng/L dapat diamati pada pasien dengan hiperkalsemia dan kenaikan PTHrP. berdasarkan temuan ini, para peneliti studi tersebut menganjurkan bahwa pemeriksaan PTHrP tidak diperlukan pada pasien hiperkalsemia dengan PTH > 26 ng/L.
|